Makan kentang di malam sabtu
Ditemani
langit kelabu
selamat
datang untuk teman online ku
Si
empunya akun selalu setia menunggumu
Assalamu'alaikum
Warahmatullah Hiwabarakatuh
Selamat datang semua, selamat bergabung
yang baru saja bergabung dan terima kasih yang selalu hadir setia untuk selalu
membaca. Seperti biasa laporan kali ini masih seputar tentang giat laporan
bacaan terkait tugas mata kuliah Magang 1, yang diampu oleh Ibu dosen Farninda Aditya,
M.Pd.
Jika kita bisa mengatur seluruh waktu 24
jam dalam sehari dikehidupan kita dengan baik, dari bangun tidur sampai tertidur
kembali, berarti secara otomatis kita sudah menerapkan aspek manajemen, dimana
manajemen merupakan keterampilan seorang pemimpin dalam mengatur seluruh
kegiatan yang akan dilakukan baik itu dari sudut waktu, keuangan dan aspek
lainnya.
Dalam lingkup manajemen terdapat banyak manajemen
diantara sebagian kecil yaitu ada manajemn perkantoran , manajemen sistem
sampai manajemen sekolah.
Mendengar menejemen sekolah, terdapat
manajeman yang lebih membuat siswa dapat merasakan atau memperaktikkan
pengaplikasian yang bisa diamati oleh
guru atau wali kelas secara langsung baik dalam proses pembelajaran atau diluar
proses jam pembelajaran berlangsung, yaitu manajemen kelas.
Nah sebelum lanjut untuk membahas lebih
rinci mengenai tema menarik kita pada minggu ini. Saya ingatkan untuk teman-teman
yang baru saja bergabung untuk membuka link bacaan saya yang sebelumnya, sekedar
menambah atau mengingat kembali mengenai materi-materi yang mungkin sudah
pernah dipelajari.
Selamat membaca dan jangan lupa berdoa
Happy reading………
“Manejemen Kelas”
Pengertian
manejemen menurut beberapa para ahli:
1. James
A. F. Stonner dalam Atmodiwirio (2005, hal. 5) manajemen adalah “proses
perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian semua sumber daya
organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan”.
2. Handayaningrat
(1993, hal. 10) mendefinisikan manajemen adalah “pemanfaatan sumber-sumber yang
tersedia atau yang berpotensial di dalam pencapaian tujuan”.
3. Sondang
Siagian dalam Atmodiwirio (2005, hal. 5) menyebutkan bahwa manajemen adalah “kemampuan
atau keterampilan seseorang untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka
pencapaian tujuan melalui kegiatan orang lain”.
Jadi dapat dikatakan bahwa manejemn
merupakan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain yang merupakan bawahan untuk
melakukan sesuatu atau pekerjaan dalam rangka mencapai tujuan organisasi
melalui kerjasama antara bawahan dengan pimpinan sesuai dengan ketersediaan
sumber daya.
Dalam dunia pendidikan manajemen
merupakan salah satu aspek terrpenting yang memberikan pengaruh dalam mencapai
tujaun pendidikan. Manajemen merupakan sesuatu yang amat bermakna dalam
pendidikan menuju pada perubahan dan perbaikan. Dalam interaksi edukatif
manajemen merupakan suatu proses atau usaha yang dilakukan oleh seorang manajer
untuk mencapai suatu tujuan berdasarkan sasaran.
Manajemen pendidikan pada hakekatnya
merupakan bagian dari ilmu manajemen yang diaplikasikan dalam dunia pendidikan.
Manajemen sebagai suatu sistem mengandung komponen-komponen masukan, proses dan
keluaran yang masing-masing tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan faktor
manusia, bahkan keberhasilan manajemen itu sendiri sangat bergantung pada
sumber daya manusia pelaksananya.
Tujuan lembaga (institusi) yaitu
tujuan individu atau kelompok serta masyarakat yang berhubungan langsung dengan
institusi itu, dengan kata lain manajemen dapat diartikan sebagai suatu ilmu
dan seni untuk mengadakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan atau
pelaksanaan, pengkoordinasian, dan pengawasan terhadap orang dan peralatan
untuk mencapai tujuan organisasi atau lembaga secara efektif dan efisien.
Tujuan yang dimaksud dalam konsep ini adalah tujuan lembaga (institusi), yaitu
tujuan individu atau kelompok serta masyarakat yang berhubungan langsung dengan
institusi itu yang dalam hal ini adalah hasil dari pendidikan.
manajemen selalu mengarah untuk
pencapaian tujuan organisasi yang telah diharapkan. Berarti kegiatan manajemen
selalu berkait dengan fungsi suatu organisasi atau sering kali disebut fungsi
manajerial. Harsey dalam Pidarta (1990, hal. 5) berpendapat fungsi atau proses
manajemen dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan sampai dengan
pengawasan. Sejalan dengan itu Mulyasa (2005, hal. 7) menyatakan bahwa dalam
fungsi-fungsi manajerial ada beberapa kombinasi fungsi dasar yang umum. Salah
satu fungsi kombinasi tersebut mencakup lima aspek yaitu: “perencanaan,
pengorganisasian, penempatan (staffing), pengarahan, dan pengawasan”.
Secara fundamental manajemen
mempunyai fungsi perencanaan, organisasi, gerakan aksi, motivasi, penempatan,
pengarahan, kontrol dan inovasi atau pengembangan. Secara spesifik fungsi
manajemen dapat dijelaskan;
Pertama, fungsi perencanaan merupakan
kegiatan menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk
mencapai tujuan yang digariskan. Perencanaan mencakup kegiatan pengambilan
keputusan, termasuk pemilihan alternatif-alternatif keputusan.
Kedua, fungsi organisasi mencakup:
(a) membagi komponen-komponen kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan ke
dalam kelompok-kelompok; (b) memberi tugas kepada seorang manager untuk membagi
tugas ke dalam kelompok-kelompok; (c) menetapkan wewenang di antara kelompok
atau unit-unit organisasi.
Ketiga, fungsi penempatan atau staffing
mencakup kegiatan mendapatkan, menempatkan, dan mempertahankan anggota pada
posisi yang dibutuhkan oleh organisasi sesuai dengan keahlian masing-masing
anggota.
Keempat, fungsi pengarahan
(directing) merupakan kegiatan pengarahan yang diberikan kepada bawahan
sehingga mereka menjadi pegawai (staf) yang mempunyai pengetahuan memadai dan
bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi.
Kelima, fungsi pengawasan
(controlling) mencakup kegiatan untuk melihat apakah kegiatan-kegiatan
dilaksanakan sesuai dengan rencana. Pelaksanaan kegiatan dievaluasi dan
penyimpangan-penyimpangan yang tidak diinginkan diperbaiki supaya tujuan-tujuan
dapat tercapai dengan baik.
Dari kelima fungsi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa
manajemen merupakan sebuah proses yang terdiri dari tindakan-tindakan,
perencanaan, pengorganisasian, penggiatan dan pengawasan serta evaluasi yang
dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditetapkan melalui
pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber lainnya. Dengan kata lain, dalam
me-manage membutuhkan pemikiran yang keras. Keterampilan dalam bertindak sangat
menguntungkan bagi peningkatan kualitas pendidikan, setiap manajer hendaknya
menemukan sendiri pendekatan yang cocok dalam situasi tertentu dan penyesuaian
yang harus dilakukan dalam situasi yang berlainan tanpa adanya pemahaman yang
mendalam mengenai situasi dapat menimbulkan kerancuan dalam menentukan langkah,
termasuk juga dalam me-manage kelas.
Manajemen kelas dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (2005, hal. 708) adalah “manajemen untuk mencapai tujuan
pengajaran di kelas”. Agar kelas teratur, maka perlu dimanage atau perlunya
manajemen kelas. Manajemen kelas (Padmono 2011, hal. 12) adalah “upaya yang
dilakukan penanggung-jawab kegiatan belajar mengajar agar dicapai kondisi
optimal sehingga belajar mengajar berjalan seperti yang diharapkan. Pengelolaan
tersebut meliputi penyelenggaraan, pengurusan, dan ketatalaksanaan dalam
menyelenggarakan kelasnya”. Dengan batasan tersebut, maka batasan lebih
bersifat luwes.
Manajemen kelas menunjukkan kepada
kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi
terjadinya proses belajar. Hal tersebut akan terjadi bila kita lebih dahulu
menciptakan kebaikan agar untuk mendapatkan kebaikan dari apa yang telah kita
lakukan. Sebab, tidak menutup kemungkinan apa kita lakukan dengan terbaik akan
berdampak baik terhadap apa yang akan kita lakukan.
Tujuan manajemen kelas menurut Mudasir (2002, hal. 18) adalah:
- Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
- Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
- Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
- Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
Tujuan manajemen kelas adalah upaya untuk mendayagunakan potensi kelas. Berhubung kelas mempunyai peranan dan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses edukatif, maka hal itu dapat memberikan dorongan dan rangsanan terhadap anak didik untuk belajar. Dalam hal ini, guru harus mampu mengelola situasi dan suasana kelas dengan sebaik-baiknya. Intinya adalah agar setiap anak dapat bekerja dengan tertib sehingga tercapainya tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
Menurut GR. Terry dan LW. Rue (1986, hlm 9-10) mengemukakan bahwa fungsi utama manajemen itu ada lima yaitu : a. Planning, b. Organizing, c. Staffing, d. Motivating, e. Controlling. Sementara itu secara umum ada yang menyebutkan empat fungsi manajemen dan apa yang dikemukakan oleh Terry diatas telah tercakup kedalam empat fungsi tersebut, yaitu : POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Demikian dikemukakan oleh J. Panglaykim dan Hazil Tanzil ( 1998, hlm 39-40), (Nanang Fattah 1999, hlm. 49-107), James AF Stoner terjemahan oleh Alex Sindoro (1996, hlm. 10-12).
a) Perencanaan
(planning) Planning artinya merencanakan segala kegiatan dan aktivitas yang
menyangkut penentuan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama masa yang akan
datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu
dengan tepat dan sesuai dengan harapan dan rencana yang telah ditetapkan.
Perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang
tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Disebut sistematis
karena perencanaan itu dilaksanakan dengan menggunakan prinsif-prinsif
tertentu. Prinsip-prinsip tersebut mencakup proses pengambilan keputusan,
penggunaan pengetahuan dan teknik secara ilmiah, serta tindakan atau kegiatan
yang terorganisasi.
b) Pengorganisasian
(organizing) Organizing artinya mengkoordinir pengelompokan dan menentukan
serta memberikan kegiatan penting serta memberikan kekuasaan untuk melaksanakan
kegiatan-kegiatan pada setiap bagian-bagian yang telah dibentuk lewat perencanaan
yang telah diakomodir dengan rapi dan sistematis oleh setiap elemen pemegang
kebijakan. Menurut Fremont E. Kast dan James E. Rosenzweig, terjemahan Hasyimi
Ali (1990, hlm. 576-577), mendapatkan orang dan sumber daya yang sesuai belum
menjamin efektivitas dan efisiensi organisasi. Manajer juga bertugas
mengembangkan dan memelihara suatu struktur untuk melaksanakan rencana yang
telah ditetapkan dan mencapai sasaran yang relevan. Tugas manajer juga meliputi
membagi pekerjaan diantara berbagai komponen dan kemudian mengintegrasikan
hasil-hasilnya.
c) Pelaksana
(actuating) Menurut The Liang Gie didalam bukunya Sayiful Sagala (2009, hal.
64) actuating yang diartikan sebagai penggerakan dan bimbingan, merupakan
aktifitas manajer alam memerintah, menugaskan, menjuruskan, mengarahkan, 37
menuntun karyawan atau personel organisasi untuk melaksanakan
pekerjaan-pekerjaan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Penggerakan
atau pengarahan adalah identik pemberian motivasi kepada staf agar dapat
melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Dengan kata
lain seorang manajer harus mampu memberikan dorongan dan semangat kepada
seluruh personil yang ada dibawah tanggung jawabnya. Walaupun telah diketahui
bahwa manajer mempunyai banyak pekerjaan. Dari sekian banyak pekerjaan seorang
manajer salah satunya adalah memberi motivasi kepada seluruh personil yang ada
dibawah tanggung jawabnya dengan cara memberi pengarahan atau menyalurkan
perilaku manusia kearah tercapainya tujuan-tujuan yang hendak dicapai sekaligus
memberikan perbaikanperbaikan kepada setiap personil yang melakukan pelanggaran
dan penyelewengan terhadap peraturan-peraturan yang telah ditetapkan bersama.
d) Pengawasan ( Controlling) Pengawasan adalah upaya mengontrol setiap elemen dan bagian-bagian yang ada dibawah taanggung jawabnya. Kegiatan mengontrol ini merupakan suatu kewajiban bagi setiap manajer. Karena dengan kontrol tersebut seorang manajer dapat mengetahui secara pasti seluruh kegiatan yang terjadi baik itu penyelewengan, penyalahgunaan wewenang dan tanggung jawab dan sebagainya. Selanjutnya dengan tujuan-tujuan, menentukan sebab - sebab penyimpangan-penyimpangan dan mengambil tindakan-tindakan korektif yang diperlukan.
Semoga dengan adanya penjelasan diatas, dapat menambah khazanah serta ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Jazakumullah
Khairan Katsiran
Terima
kasih banyak atas kunjungannya
Sumber
Referensi:
http://repository.radenfatah.ac.id/5626/3/revisi%20bab%202.pdf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar