Senin, 24 Mei 2021

Laporan Bacaan 4

Makan kentang di malam sabtu

Ditemani langit kelabu

selamat datang untuk teman online ku

Si empunya akun selalu setia menunggumu


Assalamu'alaikum Warahmatullah Hiwabarakatuh

Selamat datang semua, selamat bergabung yang baru saja bergabung dan terima kasih yang selalu hadir setia untuk selalu membaca. Seperti biasa laporan kali ini masih seputar tentang giat laporan bacaan terkait tugas mata kuliah Magang 1, yang diampu oleh Ibu dosen Farninda Aditya, M.Pd.

Jika kita bisa mengatur seluruh waktu 24 jam dalam sehari dikehidupan kita dengan baik, dari bangun tidur sampai tertidur kembali, berarti secara otomatis kita sudah menerapkan aspek manajemen, dimana manajemen merupakan keterampilan seorang pemimpin dalam mengatur seluruh kegiatan yang akan dilakukan baik itu dari sudut waktu, keuangan dan aspek lainnya.

Dalam lingkup manajemen terdapat banyak manajemen diantara sebagian kecil yaitu ada manajemn perkantoran , manajemen sistem sampai manajemen sekolah.

Mendengar menejemen sekolah, terdapat manajeman yang lebih membuat siswa dapat merasakan atau memperaktikkan pengaplikasian yang bisa diamati  oleh guru atau wali kelas secara langsung baik dalam proses pembelajaran atau diluar proses jam pembelajaran berlangsung, yaitu manajemen kelas.

Nah sebelum lanjut untuk membahas lebih rinci mengenai tema menarik kita pada minggu ini. Saya ingatkan untuk teman-teman yang baru saja bergabung untuk membuka link bacaan saya yang sebelumnya, sekedar menambah atau mengingat kembali mengenai materi-materi yang mungkin sudah pernah dipelajari.

Selamat membaca dan jangan lupa berdoa 

Happy reading………

 

“Manejemen Kelas”

 


Pengertian manejemen menurut beberapa para ahli:

1.      James A. F. Stonner dalam Atmodiwirio (2005, hal. 5) manajemen adalah “proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan”.

2.      Handayaningrat (1993, hal. 10) mendefinisikan manajemen adalah “pemanfaatan sumber-sumber yang tersedia atau yang berpotensial di dalam pencapaian tujuan”.

3.      Sondang Siagian dalam Atmodiwirio (2005, hal. 5) menyebutkan bahwa manajemen adalah “kemampuan atau keterampilan seseorang untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan orang lain”.

 

Jadi dapat dikatakan bahwa manejemn merupakan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain yang merupakan bawahan untuk melakukan sesuatu atau pekerjaan dalam rangka mencapai tujuan organisasi melalui kerjasama antara bawahan dengan pimpinan sesuai dengan ketersediaan sumber daya.

Dalam dunia pendidikan manajemen merupakan salah satu aspek terrpenting yang memberikan pengaruh dalam mencapai tujaun pendidikan. Manajemen merupakan sesuatu yang amat bermakna dalam pendidikan menuju pada perubahan dan perbaikan. Dalam interaksi edukatif manajemen merupakan suatu proses atau usaha yang dilakukan oleh seorang manajer untuk mencapai suatu tujuan berdasarkan sasaran.

Manajemen pendidikan pada hakekatnya merupakan bagian dari ilmu manajemen yang diaplikasikan dalam dunia pendidikan. Manajemen sebagai suatu sistem mengandung komponen-komponen masukan, proses dan keluaran yang masing-masing tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan faktor manusia, bahkan keberhasilan manajemen itu sendiri sangat bergantung pada sumber daya manusia pelaksananya.

Tujuan lembaga (institusi) yaitu tujuan individu atau kelompok serta masyarakat yang berhubungan langsung dengan institusi itu, dengan kata lain manajemen dapat diartikan sebagai suatu ilmu dan seni untuk mengadakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan atau pelaksanaan, pengkoordinasian, dan pengawasan terhadap orang dan peralatan untuk mencapai tujuan organisasi atau lembaga secara efektif dan efisien. Tujuan yang dimaksud dalam konsep ini adalah tujuan lembaga (institusi), yaitu tujuan individu atau kelompok serta masyarakat yang berhubungan langsung dengan institusi itu yang dalam hal ini adalah hasil dari pendidikan.

manajemen selalu mengarah untuk pencapaian tujuan organisasi yang telah diharapkan. Berarti kegiatan manajemen selalu berkait dengan fungsi suatu organisasi atau sering kali disebut fungsi manajerial. Harsey dalam Pidarta (1990, hal. 5) berpendapat fungsi atau proses manajemen dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan sampai dengan pengawasan. Sejalan dengan itu Mulyasa (2005, hal. 7) menyatakan bahwa dalam fungsi-fungsi manajerial ada beberapa kombinasi fungsi dasar yang umum. Salah satu fungsi kombinasi tersebut mencakup lima aspek yaitu: “perencanaan, pengorganisasian, penempatan (staffing), pengarahan, dan pengawasan”.

Secara fundamental manajemen mempunyai fungsi perencanaan, organisasi, gerakan aksi, motivasi, penempatan, pengarahan, kontrol dan inovasi atau pengembangan. Secara spesifik fungsi manajemen dapat dijelaskan;

 

Pertama, fungsi perencanaan merupakan kegiatan menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan. Perencanaan mencakup kegiatan pengambilan keputusan, termasuk pemilihan alternatif-alternatif keputusan.

 

Kedua, fungsi organisasi mencakup: (a) membagi komponen-komponen kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan ke dalam kelompok-kelompok; (b) memberi tugas kepada seorang manager untuk membagi tugas ke dalam kelompok-kelompok; (c) menetapkan wewenang di antara kelompok atau unit-unit organisasi.

 

Ketiga, fungsi penempatan atau staffing mencakup kegiatan mendapatkan, menempatkan, dan mempertahankan anggota pada posisi yang dibutuhkan oleh organisasi sesuai dengan keahlian masing-masing anggota.

 

Keempat, fungsi pengarahan (directing) merupakan kegiatan pengarahan yang diberikan kepada bawahan sehingga mereka menjadi pegawai (staf) yang mempunyai pengetahuan memadai dan bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi.

 

Kelima, fungsi pengawasan (controlling) mencakup kegiatan untuk melihat apakah kegiatan-kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana. Pelaksanaan kegiatan dievaluasi dan penyimpangan-penyimpangan yang tidak diinginkan diperbaiki supaya tujuan-tujuan dapat tercapai dengan baik.

 

Dari kelima fungsi  tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa manajemen merupakan sebuah proses yang terdiri dari tindakan-tindakan, perencanaan, pengorganisasian, penggiatan dan pengawasan serta evaluasi yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber lainnya. Dengan kata lain, dalam me-manage membutuhkan pemikiran yang keras. Keterampilan dalam bertindak sangat menguntungkan bagi peningkatan kualitas pendidikan, setiap manajer hendaknya menemukan sendiri pendekatan yang cocok dalam situasi tertentu dan penyesuaian yang harus dilakukan dalam situasi yang berlainan tanpa adanya pemahaman yang mendalam mengenai situasi dapat menimbulkan kerancuan dalam menentukan langkah, termasuk juga dalam me-manage kelas.

 

Manajemen kelas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005, hal. 708) adalah “manajemen untuk mencapai tujuan pengajaran di kelas”. Agar kelas teratur, maka perlu dimanage atau perlunya manajemen kelas. Manajemen kelas (Padmono 2011, hal. 12) adalah “upaya yang dilakukan penanggung-jawab kegiatan belajar mengajar agar dicapai kondisi optimal sehingga belajar mengajar berjalan seperti yang diharapkan. Pengelolaan tersebut meliputi penyelenggaraan, pengurusan, dan ketatalaksanaan dalam menyelenggarakan kelasnya”. Dengan batasan tersebut, maka batasan lebih bersifat luwes.

 

Manajemen kelas menunjukkan kepada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. Hal tersebut akan terjadi bila kita lebih dahulu menciptakan kebaikan agar untuk mendapatkan kebaikan dari apa yang telah kita lakukan. Sebab, tidak menutup kemungkinan apa kita lakukan dengan terbaik akan berdampak baik terhadap apa yang akan kita lakukan.

 

Tujuan manajemen kelas menurut Mudasir (2002, hal. 18) adalah:

  • Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
  • Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran. 
  • Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
  • Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.

Tujuan manajemen kelas adalah upaya untuk mendayagunakan potensi kelas. Berhubung kelas mempunyai peranan dan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses edukatif, maka hal itu dapat memberikan dorongan dan rangsanan terhadap anak didik untuk belajar. Dalam hal ini, guru harus mampu mengelola situasi dan suasana kelas dengan sebaik-baiknya. Intinya adalah agar setiap anak dapat bekerja dengan tertib sehingga tercapainya tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.

Menurut GR. Terry dan LW. Rue (1986, hlm 9-10) mengemukakan bahwa fungsi utama manajemen itu ada lima yaitu : a. Planning, b. Organizing, c. Staffing, d. Motivating, e. Controlling. Sementara itu secara umum ada yang menyebutkan empat fungsi manajemen dan apa yang dikemukakan oleh Terry diatas telah tercakup kedalam empat fungsi tersebut, yaitu : POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Demikian dikemukakan oleh J. Panglaykim dan Hazil Tanzil ( 1998, hlm 39-40), (Nanang Fattah 1999, hlm. 49-107), James AF Stoner terjemahan oleh Alex Sindoro (1996, hlm. 10-12).

a)      Perencanaan (planning) Planning artinya merencanakan segala kegiatan dan aktivitas yang menyangkut penentuan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama masa yang akan datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu dengan tepat dan sesuai dengan harapan dan rencana yang telah ditetapkan. Perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Disebut sistematis karena perencanaan itu dilaksanakan dengan menggunakan prinsif-prinsif tertentu. Prinsip-prinsip tersebut mencakup proses pengambilan keputusan, penggunaan pengetahuan dan teknik secara ilmiah, serta tindakan atau kegiatan yang terorganisasi.

b)      Pengorganisasian (organizing) Organizing artinya mengkoordinir pengelompokan dan menentukan serta memberikan kegiatan penting serta memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pada setiap bagian-bagian yang telah dibentuk lewat perencanaan yang telah diakomodir dengan rapi dan sistematis oleh setiap elemen pemegang kebijakan. Menurut Fremont E. Kast dan James E. Rosenzweig, terjemahan Hasyimi Ali (1990, hlm. 576-577), mendapatkan orang dan sumber daya yang sesuai belum menjamin efektivitas dan efisiensi organisasi. Manajer juga bertugas mengembangkan dan memelihara suatu struktur untuk melaksanakan rencana yang telah ditetapkan dan mencapai sasaran yang relevan. Tugas manajer juga meliputi membagi pekerjaan diantara berbagai komponen dan kemudian mengintegrasikan hasil-hasilnya.  

c)      Pelaksana (actuating) Menurut The Liang Gie didalam bukunya Sayiful Sagala (2009, hal. 64) actuating yang diartikan sebagai penggerakan dan bimbingan, merupakan aktifitas manajer alam memerintah, menugaskan, menjuruskan, mengarahkan, 37 menuntun karyawan atau personel organisasi untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Penggerakan atau pengarahan adalah identik pemberian motivasi kepada staf agar dapat melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Dengan kata lain seorang manajer harus mampu memberikan dorongan dan semangat kepada seluruh personil yang ada dibawah tanggung jawabnya. Walaupun telah diketahui bahwa manajer mempunyai banyak pekerjaan. Dari sekian banyak pekerjaan seorang manajer salah satunya adalah memberi motivasi kepada seluruh personil yang ada dibawah tanggung jawabnya dengan cara memberi pengarahan atau menyalurkan perilaku manusia kearah tercapainya tujuan-tujuan yang hendak dicapai sekaligus memberikan perbaikanperbaikan kepada setiap personil yang melakukan pelanggaran dan penyelewengan terhadap peraturan-peraturan yang telah ditetapkan bersama.    

d)      Pengawasan ( Controlling) Pengawasan adalah upaya mengontrol setiap elemen dan bagian-bagian yang ada dibawah taanggung jawabnya. Kegiatan mengontrol ini merupakan suatu kewajiban bagi setiap manajer. Karena dengan kontrol tersebut seorang manajer dapat mengetahui secara pasti seluruh kegiatan yang terjadi baik itu penyelewengan, penyalahgunaan wewenang dan tanggung jawab dan sebagainya. Selanjutnya dengan tujuan-tujuan, menentukan sebab - sebab penyimpangan-penyimpangan dan mengambil tindakan-tindakan korektif yang diperlukan.

Semoga dengan adanya penjelasan diatas,  dapat menambah khazanah serta ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Jazakumullah Khairan Katsiran

Terima kasih banyak atas kunjungannya

 

Sumber Referensi:

http://repository.radenfatah.ac.id/5626/3/revisi%20bab%202.pdf

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laporan Bacaan 10

Assalamu'alaikum Warahmatullah Hiwabarakatuh Selamat datang dan selamat bergabung yang baru saja singgah, terima kasih yang selalu   s...